Tuhan yang Benar Itu Hanya yang Datang dari Arab Saudi


Tuhan, adalah sebutan umum untuk Sang Pencipta, Penguasa, Pengatur dan Pemelihara Alam Semesta. Tuhan memiliki Nama yang Tidak Terbatas.

Monoteisme Sejati memahami bahwa Tuhan adalah Esa, Satu Pribadi Tunggal, Sendirian, Tiada Sekutu, Tak Ada Yang Setara dengan-Nya.

Adapun Monoteisme Palsu beranggapan adanya banyak pribadi terpisah yang masing-masing pribadi itu dianggap sebagai Tuhan, yang berkelompok membentuk sebuah grup, "grup Tuhan", suatu "persatuan Tuhan" misalnya dengan nama Trinitas/ Tritunggal, Tetratunggal, Pancatunggal dst., yang tiada lain sebagai Polyteisme. Selanjutnya akibat sudah terdoktrin, sudah terbiasa dengan "pluralitas Tuhan" semacam itu, maka para penganut Monoteisme Palsu itu seringkali mengklaim, mewartakan bahwa Tuhannya bukan pribadi yang sama dengan Tuhan dalam agama Islam.

Monoteisme Sejati karena sangat paham bahwa Tuhan itu benar-benar Satu, benar-benar Satu Pribadi Tunggal, Sendirian Tiada Sekutu, One World One God! dan Tuhan mempunyai Nama yang Tidak Terbatas, maka lebih bisa menahan diri. Bisa menerima dengan baik bahwa El/ Il, Eloah, Elohim, YHWH, Tuhan Bapa adalah pribadi yang sama dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Karena Tuhan Monoteisme Sejati itu benar-benar Satuuntuk seluruh manusia, maka dapat dengan mudah dan percaya diri menyampaikan kalamullah, firman Allah:

"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu.." (An-Nisaa 4: 1). 

"Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri." (QS. Al-'Ankabuut/ 29: 46). 

"Sesungguhnya Allah itu adalah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus!" (QS. Ali Imran/ 3: 51).

Dan harus diingat bahwa:
Tuhan yang Benar Itu Hanya yang Datang dari Arab Saudi!

Nabi Musa 'Alaihissalam:
Tuhan-ku dari Arab Saudi!
(lihat Ulangan 33:2)
Bukan yang dari Palestina apalagi Israel, maupun Irak, Iran, India, Indonesia dsb. 

Hal ini bukan klaim dari orang Arab loh!

Tapi justru pernyataan dari seorang Nabi terbesar dari bani Israel, atas Nama Tuhan yang paling banyak disebutkan dalam Alkitab, sesuai apa yang ditulis dalam kitab Ulangan (33:2)

Berkatalah ia (Musa): "YHWH datang dari Sinai ...!"

Pernyataan Nabi Musa 'Alaihissalam tersebut tentu didasarkan interaksinya dengan Tuhan di Horeb (Thuwa), gunung Sinai (Thursina), seperti diceritakan dalam Alkitab, yaitu Keluaran pasal 3 dan 19; dan telah dikonfirmasi kebenaran adanya peristiwa tersebut dalam Kitab Suci Al-Qur'an, (Surat Al-Qashash/ 28: 29-35; Thaha/ 20: 9-14; An-Naziat/ 79: 16), dan Al-Araf/ 7: 142-154; Maryam/ 19: 51-53; Al-Mukminun/ 23: 30 dll).

Oleh karena itu, meskipun banyak sekali kontroversi terkait tetragrammaton/ empat huruf mati/ konsonan YHWH, tapi sepanjang ditujukan kepada "Dia" yang berbicara kepada Nabi Musa di Horeb/ Thuwa bahwa "Aku Adalah Aku", maka Pribadi dibalik empat huruf YHWH adalah Tuhan yang Benar, adalah al-ilah, adalah Allah.

Horeb (Thuwa), Jabal El-Lawz atau Gunung Sinai (Thursina) = Sinai sebagai tempat dimana YHWH datang/ 'berasal'/ 'beralamat', itu semua berada di Midian (Madyan), Arab Saudi.

Di Arab Saudi ini pula Musa (usia 40 tahun, Kisah: 7:23), bisa terhindar dari Fir'aun, mendapat rasa aman, bisa bekerja, berkeluarga hingga memperoleh dua anak, Gersom dan Eliezer dari istri orang Arab, Zipora (Keluaran 18), sekaligus mempersiapkan diri menjadi seorang Nabi dengan bimbingan orang Arab, ayah mertuanya.

Ayah mertua Nabi Musa adalah pemimpin kaum sesudah masa Nabi Syu'aib (lihat: QS. An-Naml/ 7: 103). Adapun kaum Nabi Syu'aib 'Alaihissalam, yaitu penduduk Aikah di Madyan (QS. Al-Hijr/ 15: 78), itu sendiri telah dimusnahkan dengan gempa dahsyat (QS. Al-Ankabut/ 29: 37).

Setelah Musa diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasulullah (menjelang keberangkatannya ke Mesir, di Horeb/ Thuwa; usia 80 tahun berdasar hitungan Bibel, Keluaran 7:7), dan saat kembali dari Mesir bersama bani Israel, beliau pun hidup selama 40 tahun di Arab Saudi dan kali ini plus di Yordania, (sampai meninggal di Yordania pada usia 120 tahun; Ulangan 34:5-7).

Dan orang Arab ayah mertua Nabi Musa 'Alaihissalam juga menjadi penasehat yang handal dengan memberi saran kepada Nabi Musa sesampainya di Midian, yaitu supaya Nabi Musa mengorganisasi kaumnya, membentuk unit-unit kepemimpinan bani Israel, sehingga berbagai hal bisa dilakukan dengan baik, efektif, efisien. (lihat Keluaran 18:13-27).

[*Kisah kasih sayang hubungan antara menantu - mertua: Nabi Musa - Imam Midian/ Madyan, Arab Saudi, yaitu Yitro/ Rehu-El, ini sangat berlawanan dengan buruknya hubungan antara mertua - menantu: Yakub/ Israel – Laban, orang Aram, yang dipenuhi intrik dan muslihat (telah sedikit disinggung pada tulisan di sini). *Tapi pada akhirnya bani Israel pun bahkan begitu brutal dengan menggenosida puluhan/ ratusan ribu penduduk dari  5 kerajaan di Midian (Bilangan 31) dengan hanya menyisakan 32.000 orang gadis perawan (sebagai budak seks/ gundik/ istri?). Bayangkan pula bagaimana cara mereka mengetes keperawanan hingga akhirnya diperoleh: tiga puluh dua ribu gadis perawan tersebut saat itu, dan entah berapa banyak keturunan Arab-Israel dari mereka hingga kini. Tentu saja tidak masalah bahwa itu anak dari istri atau hanya gundik, karena demikian itulah adanya bani Israel dimana Yakub juga  mempunyai anak-anak dari dua gundiknya, bahkan anak-anak dari Yehuda (sebagai cikal bakal sebutan bangsa Yahudi) adalah anak haram dengan Tamar, baik kedudukan Tamar sebagai ‘pelacur maupun sebagai menantunya]. 

Dalam kitab Keluaran 3:15, dituliskan: "Beginilah kaukatakan kepada bani Israel: YHWH, Tuhan nenek moyangmu, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak dan Tuhan Yakub telah mengutus aku kepadamu. Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun."

Hal tersebut berarti bahwa YHWH adalah salah satu nama (bukan satu-satunya) untuk menyebut Tuhan. Dan bahwa Tuhan yang disembah oleh Adam ... Abraham, Ishak, Yakub, ... sebagai Tuhan yang Satu (hanya beda nama), maka berarti pula sebagai Tuhan yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.

Pernyataan bahwa  YHWH dari Sinai (Madyan, Arab Saudi) disebutkan pula oleh Deborah dalam Hakim (5:4-5). Juga dalam Habakuk (3:3), yang mengacu pada Tuhannya Musa (hanya beda nama) disebutkan bahwa "Eloah datang dari Teman (Tema atau Tayma)". Ini tidak lain adalah juga di Arab Saudi, yaitu suatu oase di utara Madinah. 
   
Dari semua itu maka sangat bisa dimengerti bila Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Nabi terakhir untuk seluruh manusia (bahkan juga jin), supaya menyampaikan kalamullah, firman Allah: "Aku (Muhammad) hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikannya suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan supaya Aku termasuk orang-orang yang muslim." (QS. An-Naml/ 27: 91).

Itu karena dan juga semakin memperjelas bahwa: Tuhan yang Benar, Sembahan yang adalah Tuhan, adalah Hanya yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.

Penyebutan negeri ini (Mekah, Arab Saudi) dalam QS. An-Naml/ 27: 91 tsb, juga sebagai bentuk penghormatan dan perhatian akan pentingnya kota suci tersebut dimana di dalamnya ada Ka'bah, yaitu rumah yang pertama kali dibangun untuk manusia berkumpul, beribadah kepada Allah sesuai dengan firman-Nya: "Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam." (QS. Ali Imran/ 3: 96).

Ka'bah dibangun/ ditinggikan pondasinya oleh Ibrahim dan Ismail, "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa):
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."(QS. Al-Baqarah/2: 127). 

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. (QS. Ibrahim/ 14: 35).

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim (tempat berdiri Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah) itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud. (QS. Al-Baqarah/ 2: 125).

Yang disembah adalah Allah, bukan Ka'bah, sesuai perintah Allah:
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (QS. Quraisy/ 106: 3-4).

Ka'bah adalah sebagai kiblat: "Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering  menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah  tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan" (QS. Al-Baqarah/ 2:144).  

Sebelumnya berkiblat ke Baitul Maqdis di Palestina: "Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." (Al-Baqarah/ 2: 142).

Berkiblat ke arah Ka'bah ini sekaligus sebagai pemenuhan Nubuat dari  Zefanya (3:9), yaitu hapusnya kutukan menara Babel, bisa di baca di sini) dan juga Nubuat dari Yesus (Yohanes 4: 21-22; Matius 21: 43). Bahwa pada akhirnya setiap orang harus berkiblat yang satu, berbahasa yang satu, pada Tuhan yang satu, Tuhan yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi, yang sebelumnya sebagian dari nama-Nya yaitu YHWH menjadi nama Tuhan tribal, lokal nasional ekslusif bani Israel saja, di Gerizim maupun di Yerusalem, kini telah kembali sepenuhnya menjadi Tuhan yang bersifat Internasional untuk seluruh manusia,  Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan berkiblat ke Ka'bah, di Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah, Saudi Arabia.

Kerajaan Allah untuk bani Israel telah dicabut, untuk keselamatannya maka harus memeluk agama Islam, sebagai satu-satunya agama yang dapat menghasilkan Buah Kerajaan itu, yaitu Ketaatan pemeluknya menjalankan berbagai perintah dan menjauhi larangan dari Allah.

Agama Islam dengan Rasulnya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, juga sebagai bentuk terkabulnya doa permohonan Nabi Ibrahim 'Alaihissalam: "Ya Tuhan kami, utuslah ditengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqarah/ 2: 129).

Agama Islam menjadi penyempurna, sebagai satu-satunya agama yang benar dan sempurna dan menggantikan semua agama-agama sebelumnya, sebagai satu-satunya agama yang diridhai dan berlaku disisi Tuhan sampai akhir zaman/ hari kiamat.

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al Ma'idah/ 5: 3).

"Sesungguhnya agama (yang di ridhai) di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. Ali Imran/ 3: 19).

"Barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi."  (QS. Ali Imran/ 3: 85).

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Demi Rabb yang diri Muhammad berada ditangan-Nya, tidaklah mendengar seorang dari umat Yahudi dan Nasrani tentang diutusnya aku, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya (Islam), niscaya dia termasuk penghuni neraka." (HR. Muslim No. 153).

Sungguh telah tepat sekali:

Tuhan yang Benar Itu Hanya yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.

Agama yang Benar pun Hanya yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.


Aslim Taslam!
Masuklah Islam, maka Anda akan Selamat!

Dan: "Jika kamu kafir, maka (ketahuilah) sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran hamba-hamba-Nya. Dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada (mu)!" (QS. Az-Zumar/39: 7).

[Note: Harus benar pula dalam beragama Islam. Pastikan sebagai Islam yang datang dari Arab Saudi. Bukan yang datang dari India bentukan MGA dan Yahudi Rothschild pemilik East India Company/ Inggris, yaitu Ahmadiyah, apalagi yang datang dari Iran bentukan Yahudi Abdullatta ben Saba, yaitu Syiah. Juga bukan pula yang sempat gencar diiklankan sebagai... hm.. 'Islam Nusantara'].


Wassalam!

Tidak ada komentar: